Translate

Rabu, 04 Desember 2013

Tutorial Crud



Create-Read-Update-Delete

Dengan Script PHP dan MySQL
Langkah 1 – Struktur Folder
Buat folder baru pada C:\xampp\htdocs\ dengan nama belajar. Folder ini akan menjadi area kerja kita dalam membuat aplikasi yang nantinya dapat diakses menggunakan browser dengan mengetikkan localhost/nama_folder. Karena nama folder kita adalah belajar, maka untuk mengakses aplikasi ketikkan localhost/belajar pada address bar browser anda.
Langkah 2 – Database
Buat database dengan nama belajar. Kemudian buat tabel dengan nama user dengan data berikut:
Fieldname
Datatype
user_id
int(4), PRIMARY, AUTO INCREMENT
username
varchar(20)
password
varchar(255)
email
varchar(100)
fullname
varchar(100)
agama
varchar(15)
no_hp
bigint(14)
Langkah 3 – File Konfigurasi
Sebelum dapat melakukan CRUD data kedalam database, kita harus membuat koneksi  ke database terlebih dahulu. Tulis kode berikut dengan menggunakan teks editor kesayangan anda (saya pake dreamweaver).

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
<?php
//host yang digunakan
//99,9% tidak perlu dirubah
$host = 'localhost';

//username untuk login ke host
//biasanya didapatkan pada email konfirmasi order hosting
$user = 'root';

//jika menggunakan PC sendiri sebagai host,
//secara default password dikosongkan
$pass = '';

//isikan nama database sesuai database
//yang dibuat pada langkah-1
$dbname = 'belajar';

//mengubung ke host
$connect = mysql_connect($host, $user, $pass) or die(mysql_error());

//memilih database yang akan digunakan
$dbselect = mysql_select_db($dbname);
?>
File config.php ini nantinya akan banyak kita gunakan pada file-file lain yang perlu menghubung ke server untuk menyimpan, merubah, maupun menghapus data.
Langkah 4 – Form Input Data
Ketikkan kode berikut, kemudian simpan dalam folder belajar dengan nama index.php
?
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
<html>
<head>
<title>Belajar PHP</title>
</head>

<body>
<h1>Form Input Data</h1>

<form name="input_data" action="insert.php" method="post">
<table border="0" cellpadding="5" cellspacing="0">
    <tbody>
        <tr>
            <td>Username</td>
            <td>:</td>
            <td><input type="text" name="username" maxlength="20" required="required" /></td>
        </tr>
        <tr>
            <td>Password</td>
            <td>:</td>
            <td><input type="password" name="password" maxlength="20" required="required" /></td>
        </tr>
        <tr>
            <td>Fullname</td>
            <td>:</td>
            <td><input type="text" name="fullname" maxlength="100" required="required" /></td>
        </tr>
        <tr>
            <td>Email</td>
            <td>:</td>
            <td><input type="email" name="email" required="required" /></td>
        </tr>
        <tr>
            <td>Agama</td>
            <td>:</td>
            <td><input type="text" name="agama" required="required" /></td>
        </tr>
        <tr>
            <td>Nomor HP</td>
            <td>:</td>
            <td><input type="text" name="no_hp" maxlength="14" required="required" /></td>
        </tr>
        <tr>
            <td align="right" colspan="3"><input type="submit" name="submit" value="Simpan" /></td>
        </tr>
    </tbody>
</table>
</form>
</body>
</html>
action=”insert.php” adalah file yang digunakan untuk memproses data yang dimasukkan melalui form ini. method=”post” adalah metode pengiriman data yang digunakan. Ada dua jenis menthod untuk mengirim data, yaitu post dan get.
Pengiriman dengan method POST berarti bahwa variabel-variabel data tidak ditampilkan pada url, sedangkan pengiriman dengan method GET, variabel-variabel data disertakan pada url sehingga url terlihat seperti ini: localhost/belajar/insert.php?username=namanya&password=passwordnya&fullname=nama_lengkapnya
Sekarang coba buka pada browser anda dengan mengetikkan localhost/belajar pada address bar browser.
Langkah 5 – Menyimpan Data
Ketikkan kode berikut, kemudian dengan nama insert.php
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
<?php
//panggil file config.php untuk menghubung ke server
include('config.php');

//tangkap data dari form
$username = $_POST['username'];
$password = $_POST['password'];
$fullname = $_POST['fullname'];
$email = $_POST['email'];
$agama = $_POST['agama'];
$no_hp = $_POST['no_hp'];

//simpan data ke database
$query = mysql_query("insert into user values('', '$username', '$password', '$email', '$fullname', '$agama', '$no_hp')") or die(mysql_error());

if ($query) {
    header('location:index.php?message=success');
}
?>
include() digunakan untuk menyertakan file lain dalam file ini. Ingat bahwa pada langkah pertama kita sudah membuat file config.php yang berisi konfigurasi untuk menghubung ke server, maka setiap kali kita perlu untuk menghubung ke database, kita cukup memanggil file config.php saja tanpa harus menuliskan kembali kode-kodenya.
$_POST['name'] digunakan untuk menangkap value yang dikirim dari form. Untuk menangkap data, gunakan name yang sama dengan name dari form. Contoh: untuk menangkap data username dari form, maka gunakan $_POST['username'].
mysql_query() digunakan untuk menjalankan script SQL. Pada langkah ini, script SQL yang kita gunakan adalah untuk menambah data ke database.
Tambahkan kode berikut pada file index.php setelah <h1></h1> untuk menampilkan pesan sukses ketika berhasil menyimpan data.

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
...
<h1>Form Input Data</h1>

<?php
if (!empty($_GET['message']) && $_GET['message'] == 'success') {
    echo '<h3>Berhasil menambah data!</h3>';
}
?>

<form name="input_data" action="insert.php" method="post">
...
Sekarang coba jalankan aplikasi dengan membuka localhost/belajar dan isikan data pada form dan klik tombol simpan. Jika berhasil, anda akan melihat pesan Berhasil menambah data! Jika gagal, periksa kembali kode yang anda tuliskan. Pastikan tidak ada salah pengetikan.
Langkah 6 – Menampilkan Data
Setelah kita berhasil menyimpan data kedalam database, sekarang kita buat halaman untuk menampilkan data-data yang sudah kita simpan. Ketikkan kode berikut dan simpan dengan nama view.php
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
<?php
include('config.php');
?>

<html>
<head>
<title>Belajar PHP</title>
</head>

<body>
<h1>Data User</h1>

<a href="index.php">+ Tambah Data</a>

<table border="1" cellpadding="5" cellspacing="0">
    <thead>
        <tr>
            <td>No.</td>
            <td>Username</td>
            <td>Password</td>
            <td>Email</td>
            <td>Fullname</td>
            <td>Agama</td>
            <td>No. HP</td>
            <td>Opsi</td>
        </tr>
    </thead>
    <tbody>
    <?php
    $query = mysql_query("select * from user");

    $no = 1;
    while ($data = mysql_fetch_array($query)) {
    ?>
        <tr>
            <td><?php echo $no; ?></td>
            <td><?php echo $data['username']; ?></td>
            <td><?php echo $data['password']; ?></td>
            <td><?php echo $data['email']; ?></td>
            <td><?php echo $data['fullname']; ?></td>
            <td><?php echo $data['agama']; ?></td>
            <td><?php echo $data['no_hp']; ?></td>
            <td><a href="#">Edit</a> || <a href="#">Hapus</a></td>
        </tr>
    <?php
        $no++;
    }
    ?>
    </tbody>
</table>
</body>
</html>
Kemudian tambahkan kode berikut pada file index.php setelah </form> sebelum </body>.
1
2
3
4
5
6
7
...
</form>

<a href="view.php">Lihat Data</a>

</body>
</html>
Sekarang bukalah localhost/belajar/view.php untuk melihat hasilnya.

Pada kolom opsi terdapat dua menu, yaitu edit dan hapus. Pada langkah ini, kedua menu tersebut masih belum dapat digunakan. Pada langkah berikutnya akan kita buat menu edit tersebut.
Langkah 7 – Merubah/Update Data
Dalam menginputkan data bisa terjadi kesalahan seperti kesalahan input, kesalahan data yang dimasukkan, ataupun lainnya. Untuk itu, data yang sudah disimpan harus dapat dirubah sehingga kesalahan dapat diperbaiki.
Pada dasarnya, form untuk mengedit data adalah sama dengan form untuk menginputkan data. Hanya saja pada form untuk mengedit data, form tersebut harus menampilkan data yang akan dirubah.
Untuk itu, buat file baru dengan nama edit.php, kemudian copy-kan semua kode yang ada pada file index.php kedalam file edit.php. Selanjutnya kita harus menambahkan beberapa kode agar form edit dapat menampilkan data yang akan di edit.
Kode untuk file edit.php menjadi seperti ini. Highlight yang saya berikan adalah baris-baris kode yang ditambahkan ataupun dirubah.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
<?php
include('config.php');
?>

<html>
<head>
<title>Belajar PHP</title>
</head>

<body>
<h1>Form Input Data</h1>

<?php
$id = $_GET['id'];

$query = mysql_query("select * from user where user_id='$id'") or die(mysql_error());

$data = mysql_fetch_array($query);
?>

<form name="update_data" action="update.php" method="post">
<input type="hidden" name="user_id" value="<?php echo $id; ?>" />
<table border="0" cellpadding="5" cellspacing="0">
    <tbody>
        <tr>
            <td>Username</td>
            <td>:</td>
            <td><input type="text" name="username" maxlength="20" required="required" value="<?php echo $data['username']; ?>" disabled /></td>
        </tr>
        <tr>
            <td>Password</td>
            <td>:</td>
            <td><input type="password" name="password" maxlength="20" required="required" value="<?php echo $data['password']; ?>" /></td>
        </tr>
        <tr>
            <td>Fullname</td>
            <td>:</td>
            <td><input type="text" name="fullname" maxlength="100" required="required" value="<?php echo $data['fullname']; ?>" /></td>
        </tr>
        <tr>
            <td>Email</td>
            <td>:</td>
            <td><input type="email" name="email" required="required" value="<?php echo $data['email']; ?>" /></td>
        </tr>
        <tr>
            <td>Agama</td>
            <td>:</td>
            <td><input type="text" name="agama" required="required" value="<?php echo $data['agama']; ?>" /></td>
        </tr>
        <tr>
            <td>Nomor HP</td>
            <td>:</td>
            <td><input type="text" name="no_hp" maxlength="14" required="required" value="<?php echo $data['no_hp']; ?>" /></td>
        </tr>
        <tr>
            <td align="right" colspan="3"><input type="submit" name="submit" value="Simpan" /></td>
        </tr>
    </tbody>
</table>
</form>

<a href="view.php">Lihat Data</a>

</body>
</html>
Kemudian ubah link pada file view.php menjadi seperti ini.

1
<td><a href="edit.php?id=<?php echo $data['user_id']; ?>">Edit</a> || <a href="#">Hapus</a></td>
Umumnya, username seseorang tidak boleh dirubah setelah ia terdaftar. Untuk membuat agar field input username tidak dapat dirubah, kita gunakan atribut disabled. Sampai langkah ini kita belum dapat melakukan perubahan data, kita baru dapat menampilkan data pada form edit. Untuk merubah data pada database, kita perlu membuat query SQL lagi untuk meng-update database dengan data yang baru.
Buat file baru dengan nama update.php dan ketikkan kode berikut.

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
<?php
include('config.php');

//tangkap data dari form
$id = $_POST['user_id'];
$password = $_POST['password'];
$fullname = $_POST['fullname'];
$email = $_POST['email'];
$agama = $_POST['agama'];
$no_hp = $_POST['no_hp'];

//update data di database sesuai user_id
$query = mysql_query("update user set password='$password', fullname='$fullname', email='$email', agama='$agama', no_hp='$no_hp' where user_id='$id'") or die(mysql_error());

if ($query) {
    header('location:view.php?message=success');
}
?>
Kemudian tambahkan baris kode berikut pada file view.php setelah <h1></h1> (sama seperti pada file index.php).
1
2
3
4
5
<?php
if (!empty($_GET['message']) && $_GET['message'] == 'success') {
    echo '<h3>Berhasil meng-update data!</h3>';
}
?>
Sekarang bukalah halaman view.php pada browser dan ubah-lah salah satu data yang sudah di inputkan dengan meng-klik tombol edit.

Langkah 8 – Menghapus/Delete Data
Setelah bisa menambah dan merubah data, sekarang kita buat untuk menghapus data. Buat file baru dengan nama delete.php dan ketikkan kode berikut.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
<?php
include('config.php');

$id = $_GET['id'];

$query = mysql_query("delete from user where user_id='$id'") or die(mysql_error());

if ($query) {
    header('location:view.php?message=delete');
}
?>
Kemudian tambahkan kode pada link dalam file view.php seperti berikut.
1
2
3
4
<td>
    <a href="edit.php?id=<?php echo $data['user_id']; ?>">Edit</a> ||
    <a href="delete.php?id=<?php echo $data['user_id']; ?>">Hapus</a>
</td>

Minggu, 13 Januari 2013

Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH)


MPK3LH TENTANG Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH) 

 Pendahuluan

Keselamatan :
- Keselamatan dalam kamus Bahasa Indonesia adalah berasal dati kata selamat yang berarti :
1. Terbebas dari bahaya, malapetaka, bencana
2. Terhindar dari bahaya, malapetaka dan bencana
3. Tidak kurang dari suatu apa;
4. Tidak mendapat gangguan

Keselamatan dipandang dari sudut agama (Islam) adalah Keselamatan dalam bahasa arab adalah salám dari kata Islám. Jadi Keselamatan dalam sudut pandang agama adalah batas antara keharmonisan/kedekatan dan perpisahan, serta batas antara rahmat dan siksa.
Jadi keselamatan adalah perihal (keadaan) selamat; sejahtera; bahagia
Kesehatan, dalam kamus Bahasa Indonesia berasal dari kata sehat yang berarti : baik seluruh badan serta bagian-bagiannya (bebas dari sakit). Sedangkan kesehatan itu sendiri adalah keadaan (hal) sehat.
Menurut WHO ‘sehat’ adalah suatu keadaan yang lengkap meliputi kesejahteraan fisik, mental dan sosial, bukan semata-mata bebas dari penyakit dan cacat atau kelemahan. Sebagai konsekuensi dari konsep WHO maka sehat adalah : tidak sakit, tidak cacat, tidak lemah, bahagia secara rohani, sejahtera secara sosial dan fit secara jasmani.
Keadaan ‘sakit’ merupakan akibat dari kesalahan adaptasi terhadap lingkungan (maladaptation) dan reaksi antara manusia dan sumber2 penyakit. ‘Sakit’ berarti suatu keadaan yang memperlihatkan adanya keluhan dan gejala sakit secara subyektif dan objektif sehingga penderita memerlukan pengobatan untuk mengembalikan keadaan sehat.
Kerja (dalam kamus bahasa Indonesia): adalah perbuatan melakukan sesuatu; sesuatu yang dilakukan (diperbuat).
Jadi,
Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau beraktifitas adalah suatu usaha yang dilakukan (kerja/aktifitas) dalam keadaaan sehat agar hasil yang didapatkan untuk kesejahteraan dirisendiri, keluarga maupun orang lain.

Sejarah perkembangan K3
Bahaya ditempat kerja telah mulai diidentifikasi oleh para ahli ilmu kedokteran tahun 1800-an Ramuzzini (1633 – 1714) dikenal sebagai Bapak Pengobatan Kerja (Occupational Medicine). Kematian dan cacat akibat kerja saat itu memang dianggap biasa, terutama dibidang pertambangan dan pertanian. Ramuzzini adalah orang yang merekomendasikan penyelidikan kedalam sejarah kesehatan pasien.

Dengan kemajuan revolusi industri, permesinan, alat mekanikal, dan listrik telah menjadi bagian yang integraldari kehidupan kita. Mekanisasi memberikan banyak keuntungan, tetapi diiringi pula dengan meningkatnya resiko, penyakit dan cedera pada orang yang terpapar padanya. Penggunaan bahan kimia juga tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Bahn pembersih, cat, perekat, bahan campuran hanyalah sedikit dari benda yang kita gunakan sehari-hari. Tetapi pembuatan dan pemakaian dari bahan-bahan ini bisa membahayakan tubuh kita, atau bisa menimbulkan resiko kebakaran.
Dengan adanya hal-hal yang merugikan diatas maka timbullah program pencegahan bahaya-bahaya yang muncul ditempat kerja tersebut dalam bentuk Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Seiring dengan laju pertumbuhan manajemen modern, maka muncul apa yang disebut Manajemen Keselamatan Kerja.
Untuk dapat menuju suatu harapan yang lebih baik (selamat dan sehat) baik bersama keluarga tercinta, sahabat, tetangga, rekan kerja atau terhadap orang lain, seyogyanya kita berperilaku /tindakan yang aman seperti sopan santun, hormat menghormati dan mentaati norma-norma agama maupun norma keselamatan dan kesehatan.
Sebelum kita berperilaku seperti tersebut diatas mungkin banyak diantara kita yang belum mengetahui efek yang dihasilkan dari/jika kita tidak berperilaku seperti tersebut diatas.
Banyak kita dengar dan telah tertulis dikoran-koran atau media massa lainnya ada kecelakaan yang menimpa si A karena jatuh dari tangga yang tidak layak pakai lagi. Ada nona si Cantik ditemukan tewas tanpa busana disemak-semak, loh kok bisa. Gadis anak pak A hamil akibat hubungan gelap dengan sorang pemuda di kampungnya. Kemarin bus parawisata nyemplung ke sungai karena ingin menyalip kendaran didepannya 4 penumpangnya tewas ditempat dan lainnya luka parah. Seorang mekanik putus jari tangannya karena terjepit diantara besi penyangga. Banyak tamu terserang penyakit perut disalah satu pesta pernikahan. Dua dump truck bertabrakan di area penambangan mengakibatkan sopirnya luka parah. Seorang pekerja jatuh dan tewas dari atas scaffolding. Karena kecerobohan seorang electrical tidak mengisolasi kabel yang terbentang dijalan, maka seorang pekerja terkena sengatan arus listrik.
Kenapa semua contoh kecelakaan tersebut diatas harus terjadi ? tidak bisakah kita meniadakan atau minimal mengurangi dampak yang terjadi? Adakah usaha untuk itu ?. Prinsip keselamatan dan kesehatan adalah salah satu solusinya. Dengan menjalankan prinsip tersebut semua bahaya dan penyakit dapat dicegah. Semua, berarti tidak ada yang tidak bisa kita lakukan tuk meniadakan suatu kecelakaan. Dari tulisan ini dibuat untuk dapat menjadi bahan perenungan dan sebagai bahan pembelajaran tuk dapat mengenali dan mengendalikan segala macam bahaya yang dapat mengancam kita semua dari kecelakaan yang tidak diinginkan.

BAHAYA , Apa itu Bahaya
Tahukan anda apa itu bahaya, dibawah ini adalah penertian dari bahaya dan akibat yang terjadi dari bahaya itu jika tidak dikendalikan.

· Bahaya (hazard) adalah suatu benda, bahan, atau kondisi yang dapat mengakibatkan cedera, kerusakan atau kerugian lainnya.
· Bahaya adalah kemungkinan suatu bahan yang dalam keadaan tertentu bisa menyebabkan kerugian.
· Bahaya adalah sesuatu yang berpotensi menyebabkan kecelakaan baik dalam bentuk cedera pada manusia maupun kerusakan pada harta benda.

Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa semua yang dikenali oleh panca indera adalah bahaya. Bisa anda mengenali semua bahaya yang ada disekitar anda ? yang dapat menciptakan insiden jika tidak dikendalikan. Secara harfiah, Insiden berarti ‘kejadian’, baik itu kejadian telah terjadi dan menimbulkan kerusakan atau cedera maupun kejadian yang belum sampai menimbulkan kerusakan atau luka. Kejadian yang telah menimbulkan kerusakan dan luka biasa disebut Kecelakaan (accident).

INSIDEN
Jika dua atau lebih bahaya bertemu dan menyebabkan cedera pada manusia, kerusakan peralatan, material, proses, lingkungan pada derajat apapun, disebut INSIDEN. Jadi ada 5 komponen yang memungkinkan untuk terpapar suatu bahaya dan kerugian adalah :
- Manusia
- Alat
- Material
- Proses
- Lingkungan

Sebagai contoh :
- Dua kendaraan bermotor bertabrakan sehingga kedua pengendara menderita luka parah, kedua unit rusak dan urusan kedua pengendara jadi terganggu.
- Pisau dapur mengiris tangan Mbok Mina banyak mengeluarkan darah, sehingga mbok mina tuk sementara tidak bisa mneggunakan tangannya yang sakit dan urusan dapur sedikit terganggu.
- Annisa terpeleset pada lantai yang licin sehingga tangannya terkilir. Annisa yang tadinya ceria, kerena insiden itu jadi tak bisa bermain dan kesekolah.
- Karena produk yang dihasilkan terdapat material ‘asing’ didalamnya, akhirnya perusahaan A mendpat pinalti / complain dari produsen. Yang pada akhirnya kepercayaan produsen akan menurun.
- Karena penebangan hutan yang tidak terkendalikan akhirnya banjir terjadi dimana-mana.
Bisakah kita menyebutkan beberapa contoh kerugian yang bisa diakibatkan dari tiap komponen penyebab insiden? Baik itu di Rumah, ditempat kerja atau dilingkungan dimana anda berada?
Bahaya yang terpapar pada komponen manusia selain bahaya keselamatan dan kesehatannya adalah bahaya penyakit akibat kerja (occupational health hazard). Adapun bahaya kesehatan kerja secara umum dapat dibagi menjadi 4 kelompok :
- Kimia
- Fisika
- Biologis
- Ergonomi
- Psikososial
- Sosial kemasyarakatan & budaya

IDENTIFIKASI BAHAYA
Mengenali atau mengidentifikasi suatu bahaya dan mengatasinya adalah suatu tindakan awal dalam pencegahan suatu kecelakaan atau insiden.
Ada pepatah mengatakan “sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga” pepatah tersebut menjelaskan pada kita bahwa semua kejadian atau insiden pasti didahului dengan “tanda-tanda”. Tanda tersebut dapat berbentuk tindakan (perilaku) atau kondisi (keadaan) yang tidak aman. Tanda-tanda tersebut dapat muncul sekali dan langsung menimbulkan insiden, atau muncul berkali-kali yang tanpa disadari, yang berakhir dengan insiden yang lebih parah.
Fenomena yang sering terjadi pada diri kita (perilaku) atau disekitar kita (kondisi) sering muncul. Baik itu di rumah, ditempat kerja maupun di lingkungan dimana anda berada. Efek dari sering muncul tersebut, acapkali kita tidak lagi menyadari bahwa hal itu adalah bahaya. Dan kita baru sadar setelah kecelakaan itu terjadi.
Tentu fenomena tersebut tidak kita inginkan bertumbuh subur pada diri kita. Bagaimana cara mengatasinya? Pertajam wawasan dan kemampuan kita dalam mengidentifikasi semua sumber bahaya disekitar kita.
Sebagai contoh : Meletakkan benda tajam atau berbahaya ditempat bermain anak anda, atau ditempat yang mudah dijangkau oleh anak anda. Singkirkan benda-benda pada tempatnya sehingga tidak mengganggu kelancaran aktivitas orang lain. Dan lain sebagainya (pikirkan, asah kemampuan anda).
Karena sudah suatu kebiasaan kita tidak menyadari bahwa kita telah membuka suatu peluang terjadinya suatu kecelakaan. Tapi setelah kecelakaan itu terjadi, anak anda terluka oleh benda tajam tersebut atau orang lain tersandung dan terjatuh karena barang anda diletakkan bukan pada tempatnya. Baru kita menyadari bahwa tindakan tersebut adalah BAHAYA.

Salah satu cara dalam mengidentifikasi bahaya adalah dengan mengenali terlebih dahulu :
a. Diri sendiri, memastikan apakah Diri anda sudah bekerja dengan aman.
b. Orang lain, Adakah manusia yang ada disekitar anda yang bekerja dengan tidak aman.
Pastikan agar orang tersebut bekerja aman bagi dirinya dan tidak terimbas pada diri orang lain akibat perilakunya yang tidak aman.
c. Peralatan, Pastikan, Adakah peralatan yang anda pakai dan orang lain disekitar anda sudah aman? Agar tidak mencederai diri anda sendiri maupun orang lain akibat dari peralatan yang tidak layak dipakai lagi. (patah, aus, rusak, tidak standar, dll)
d. Material, Pastikan, Apakah material yang ada disekitar anda aman baik untuk keselamatan anda maupun bagi kesehatan anda dalam beraktivitas. (longsor, lembek, keras, panas, dingin, dll)
e. Lingkungan, Pastikan, lingkungan sekitar anda bekerja, apakah aman dari lingkungan yang tidak aman seperti : hujan, gelap, badai, terjal, dan pastikan juga bahwa anda tidak mencemari lingkungan anda seperti : menumpahkan oli, membuang benda yang susah hancur, mencemari sumber air, menebang pohon sembarangan, dll.
Setelah kita mengenali beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya bahaya berikut ini adalah bagaimana cara kita dapat mengidentifikasi bahaya adalah sebagai berikut :
Berjalan dengan cara berkeliling disekitar tempat anda akan melakukan aktivitas dan perhatikan adakah sesuatu hal yang dapat mengakibatkan sebagai sumber kecelakaan.
Pusatkan perhatian anda, jangan anggap sepele hal-hal yang kecil dengan berasumsi bahwa hal tersebut tidak mungkin terjadi kecelakaan. Ingat ! kecelakaan terjadi karena hal-hal kecil dan sepele.
Komunikasikan dengan orang disekitar anda, tentang aktivitas mereka masing-masing. Apakah mereka bekerja sudah berada dalam keadaan aman?

Perhatikan cara kerja alat yang tercantum sesuai dengan Standar Operasional Prosedur SOP.
Pelajari catatan atau berita kejadian insiden yang pernah terjadi
Lakukan pengamatan terutama pada sumber-sumber energi
Cermati semua pekerjaan yang ada lihat disekeliling anda.
Cermati semua prosedur kerja dari bahan atau alat yang akan anda pakai.
Perkirakan semua orang yang dimungkinkan bisa terluka akibat kegiatan di lokasi tersebut


Penyebab kecelakaan
Setiap kecelakaan dalam frekwensi sering (terjadi berulang-ulang) atau sekecil apapun pasti ada penyebabnya. Bagai efek kartu domino, setiap penyebab dapat memberikan efek bagi penyebab lainnya sehingga akhirnya terjadi sebuah kecelakaan.Secara hirarki ada 3 penyebab kecelakaan yaitu :

Penyebab langsung, Penyebab Dasar dan Kurang kendali .

1. Penyebab langsung adalah sebab-sebab yang secara langsung mengakibatkan terjadinya sebuah kecelakaan. Penyebab langsung biasanya dibedakan kedalam 2 kriteria, yaitu :
a. Tindakan tidak aman (unsafe action), adalah perilaku manusia dalam bekerja yang tidak sesuai prosedur.
Contoh tindakan tidak aman adalah mengoperasikan kendaran dengan kecepatan tinggi, mengoperasikan alat diatas batas kecepatan maksimum, menggunakan memperbaiki sesuatu yang bukan bidangnya. Meletakkan benda tajam diarea yang dapat dijangkau oleh anak. Menyimpan benda yang bukan pada tempatnya.
b. Kondisi tidak aman (unsafe condition), adalah suatu keadaan, kondisi, atau situasi disekitar manusia beraktivitas, yang tidak aman.
Contoh adalah menggunakan perkakas atau alat rusak, rambu tidak lengkap, kurang penerangan, suhu ekstrim panas dingin. Bekerja disaat hujan. Bekerja dibawah terik matahari.

2. Penyebab Dasar Yang dimaksud dengan Penyebab Dasar adalah hal-hal yang
mengakibatkan atau mendorong Penyebab Langsung. Penyebab Dasar dibedakan dalam 2 kategori, yaitu:
a. Faktor personal, adalah faktor-faktor di dalam diri pekerja / korban yang mendorong dirinya untuk melakukan tindakan tidak aman.
Contohnya adalah kurangnya pengetahuan, kemampuan yang kurang (baik secara fisik maupun kejiwaan), stress, dan motivasi yang tidak tepat. Jika Anda agak bingung dengan istilah motivasi yang tidak tepat maka contoh yang dapat saya berikan adalah misalnya rangsangan bonus dan kurang penghargaan akan menyebabkan seseorang untuk mengendarai kendaraan di atas batas kecepatan yang telah ditentukan.
b. Faktor PekerjaanContoh Faktor Pekerjaan adalah kepemimpinan yang kurang, peralatan dan material kurang, standar kerja kurang, pola jam kerja (time shift).

3. Kurang Kendali (Lock of Control), kurang kendali dapat diterjemahkan sebagai kegagalan manajemen dalam memenuhi dan menegakan standar yang ada di dalam Perusahaan. Contohnya adalah pelatihan yang kurang, tidak terjadualnya inspeksi terencana, organisasi yang tidak berjalan atau salah menganalisa suatu kecelakaan.


Near Miss,
Apakah anda pernah:

….menyalip sebuah kendaraan lalu tiba-tiba muncul kendaraan dari arah depan sehingga anda harus menginjak rem dalam-dalam dan, phiuuh, anda berhasil menghindari kendaraan tersebut?
….terpeleset di tangga dan - hanya karena refleks - tangan anda berhasil memegang pegangan tangga? lagi-lagi phiuuh…
….atau peristiwa lainnya saat anda hampir celaka yang membuat jantung anda seolah-olah lepas dan adrenalin anda mengalir deras?
Jika pernah, maka percayalah bahwa anda pernah mengalami apa yang disebut dengan Near Miss.
Apa itu Near Miss?
Near miss adalah kondisi atau situasi dimana kecelakaan hampir terjadi. Secara sederhana Anda dapat menerjemahkannya menjadi “hampir celaka”. Jangan terlalu khawatir bila anda kemudian mengerutkan kening setelah membaca pengertian ini. Memang benar bahwa jika suatu “nearly miss” terjadi maka sudah pasti kecelakaan telah terjadi (bukan hampir celaka) - sehingga Anda, kemungkinan, menyatakan bahwa hampir celaka lebih diwakili oleh Near Hit. Meskipun demikian, near miss lebih dikenal secara universal. Oleh karena itu saya tetap menggunakan istilah near miss dalam posting ini.
Lalu apa hubungan near miss dan rasio kecelakaan?
Near miss pada dasarnya menunjukan potensi kecelakaan yang akan terjadi. Hal ini dikemukakan pertama kali oleh Heinrich yang melakukan penelitian statistik atas kecelakaan dan membuat sebuah piramida kecelakaan atau saat ini lebih dikenal dengan istilah rasio kecelakaan. Hasil penelitian ini kemudian disempurnakan pada tahun 1960 oleh seorang spesialis asuransi industri bernama Frank Bird.
Rasio kecelakaan yang dipaparkan oleh Frank Bird adalah sebagai berikut:

Dalam pemaparannya, Bird menyatakan bahwa kecelakaan pada prinsipnya memiliki pola dimana semua jenis kecelakaan diawali dari near miss. Berdasarkan hasil penelitiannya, Bird menyatakan bahwa dalam setiap 600 buah kasus near miss akan terdapat 30 kasus kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan peralatan, 10 kasus kecelakaan yang mengakibatkan cidera ringan, hingga 1 buah kasus kematian atau cidera serius akibat kecelakaan.

CATEGORI CEDERA
Cidera akibat kecelakaan tambang dikategorikan ke dalam 3 (tiga) kelas, yaitu:
Cidera ringan, yaitu cidera akibat kecelakaan tambang yang menyebabkan pekerja tambang tidak mampu melakukan tugas semula lebih dari 1 hari namun kurang dari 3 minggu (sesuai dengan Kep.Men No. 555 Dept. Pertambangan dan Energi)
Cidera berat , yaitu cidera akibat kecelakaan tambang yang menyebabkan pekerja tambang tidak mampu melakukan tugas semula selama lebih dari 3 minggu, atau cidera yang menyebabkan pekerja tambang cacat tetap, atau mengakibatkan keretakan tengkorak kepala, tulang punggung, pinggul, lengan bawah, lengan atas, paha, kaki, atau mengakibatkan pendarahan dalam, atau pingsan akibat kekurangan oksigen, atau luka terbuka yang dapat mengakibatkan ketidakmampuan tetap, atau persendian yang lepas yang belum pernah terjadi sebelumnya
Meninggal dunia, yaitu kecelakaan tambang yang mengakibatkan pekerja tambang mati dalam waktu 24 jam sejak terjadinya kecelakaan tersebut

RESIKO
Resiko adalah besarnya kesempatan dua atau lebih bahaya bertemu dan mengakibatkan terjadinya suatu kerugian atau insiden, atau
Resiko adalah besarnya kecenderungan atau kemungkinan timbulnya kerugian dari suatu bahaya
Resiko adalah kecenderungan atau kemungkinan seseorang terpapar suatu bahaya atau bahan yang dapat merugikan
Bahaya dapat diidentifikasikan berdasar tingkat resikonya. Tingkat resiko ditempat kerja dirumah atau dilingkungan mana anda berada akan sangat berbeda-beda. Dari itu pembuatan klasifikasi ditujukan untuk menentukan prioritas penanganan dan pengendalian bahaya.

Tingkat resiko secara umum ditentukan dengan memperhatikan 3 (tiga) hal yaitu :
1. Probability atau kemungkinan suatu bahaya menjadi penyebab kecelakaan.
2. Frequency atau tingkat keseringan orang/harta benda terpapar bahaya tersebut
3. Saverity atau tingkat keparahan suatu kecelakaan yang disebabkan bahaya tersebut.
Formula dari Resiko adalah :

R = P X F X S


RESIKO : Kemungkinan x Keparahan X Keseringan


Dalam menilai suatu resiko, ada beberapa harus diperhatikan :
Bahaya mempunyai sifat spesifik, tergantung pada ruang/tempat, waktu dan massa sehingga satu jenis bahaya, dapat mempunyai nilai resiko yang berbeda.
Besarnya angka resiko tidaklah penting. Yang penting adalah langkah pengendalian resiko yang dilakukan.
Kakukan tindakan perbaikan segera, jika ditemukan bahaya dengan tingkat kekritisan yang tinggi.

Penanggulangan Resiko
· Eliminasi bahaya (Menghilangkan)
· Isolasi (Pemisahan/menutup)
· Penanggulangan melalui rekayasa
· Subtitusi (mengganti)
· Kontrol Administrasi
· Pelatihan
· Alar Perlindungan Diri

Ad.1. Eliminasi Bahaya
Menghilangkan suatu bahaya (eliminasi) adalah jalan pertama dalam mengantisipasi bahaya yang didapat. Menghilangkan dapat juga berarti meniadakan sumber bahaya sampai pada titik nol. Jika ada suatu benda atau material yang dapat menyebabkan suatu bahaya pada tingkat yang sangat fatal dan sesegera mungkin harus dihilangkan.

Ad.2. Isolasi
Pemisahan/menutup, adalah menutup sumber bahaya yang ada. Seperti menutup lubang yang terbuka di tempat yang diperkirakan akan mendapat suatu kecelakaan ditempat, memisahkan arus energi listrik agar tidak terjadi arus pendek dsb.

Ad. 3. Subtitusi
Mengganti alat atau material yang dianggap atau teridentifikasi terjadinya suatu bahaya yang bisa penyebab terjadinya suatu insiden. Mengganti sesuatu yang tidak cocok dengan peruntukannya. Misalnya, Karena material yang dipakai banyak orang yang teridentifikasi terkena suatu penyakit, maka bahan atau material tsb harus diganti dengan yang lain. Contoh

Ad. 4. Kontrol Administrasi
Sangksi dan teguran adalah salah satu bentuk kontrol administrasi yang harus diberikan kepada orang yang bertindak dapat menyebabkan suatu kecelakaan.

Ad. 5. Pelatihan
Pelatihan (teori - praktek) sangat dibutuhkan kepada setiap orang agar mereka dapat mengetahui hal-hal yang dapat menyebabkan terjadinya suatu kecelakaan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari pemberian pelatihan ini, konsistensi dan pengawasan senantiasa tetap dilaksanakan agar semua yang diajarkan dapat berjalan dengan maksimal.

Ad. 6. Alat Pelindung Diri (APD)
Alat pelindung diri adalah usaha yang paling minimal dari pengendalian suatu resiko. Karena dengan pemberian APD kepada setiap karyawan dan tamu yang berada diarea kerja, sudah menjadi usaha yang paling minimal dalam mencegah suatu bahaya.


Teori Gunung Es

Jika terjadi suatu kecelakaan (insiden) dalam benak kita sudah terbayang berapa biaya yang harus dikeluarkan. Tapi tahukah anda berapa biaya yang tidak diketahui (tak terduga) yang harus juga dikeluarkan?. Dalam suatu perusahaan jika terjadi suatu kecelakaan dan penyakit akan terjadi biaya langsung dan biaya tak langsung.


Seperti gaji yang harus dikeluarkan pada karyawan, biaya pengobatan, biaya perbaikan peralatan yang rusak akibat insiden, dll adalah termasuk komponen biaya langsung. Sedangkan biaya tak langsung adalah biaya yang tak diasuransikan seperti terganggunya proses produksi, dan citra perusahaan yang tercemar.


Hal-hal inilah yang sering kali tidak terpikirkan oleh top manajemen dalam suatu perusahaan. Suatu perusahaan yang memiliki wawasan yang jauh kedepan (selain profit – tentunya) juga akan selalu berfikir kemajuan usahanya dimasa yang akan datang. Karena, pada masa yang akan datang persaingan didunia usaha sangat kompetitif, jika tidak ingin menerapkan sistem manajemen K3LH akan sangat sulit bersaing dengan perusahaan lain yang banyak masuk karena pasar bebas. Why, bukankah peralatan dan material yang bermunculan saat ini serba padat teknologi ? Tuk tidak mau ketinggalan dalam persaingan dunia usaha sudah siapkah perusahaan dalam hal tersebut. Baik dalam finansial, SDM maupun hal-hal yang mem-backup-nya. Dalam financial mungkin tidak begitu sulit mendapatkannya juga dalam pemakaian SDM-nya. Namun sudah siapkah perangkat atau sistem anda dalam melindungi sarana dan prasaranan anda yang tidak ternilai itu?


Disinilah peran Sistem manajemen K3LH dalam mem-backup hal-hal yang tidak anda inginkan. Dimana dalam sistem manajemen K3LH akan melindungi semua aset perusahaan baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak. Dan SDM anda akan terlatih dan handal dalam menjalankan peralatan serta terlindungi dari kecelakaan dan penyakit yang dapat merugikan perusahaan.


Sumber: http://mpk3lh.blogspot.com/2009/05/keselamatan-kesehatan-kerja-dan.html